RSS

Jumat, 17 September 2010

Cuplikan Tugas artikel PTKI TP UNJ

Internet dalam Pendidikan, Kenapa Tidak?

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang di ASEAN yang memiliki mutu pendidikan rendah, walaupun masih dibatas kewajaran dari kata ‘rendah’, namun akankah kita hanya duduk terdiam melihat mutu pendidikan negara kita yang makin lama, makin menurun.

Di zaman modern seperti sekarang ini, cara komunikasi Pendidikan tidak hanya terpaut oleh pengajar; pelajar hanya duduk diam sambil mendengarkan Pengajar memberi materi, sekarang, banyak permehati pendidikan/pengajar telah menerapkan sistem/metode “Atractive Active Learning”; dimana para pengajar memberi kesempatan bagi pelajar untuk aktif didalam kegiatan belajar mengajar (KBM).

Dalam metode ini, pengajar lebih memberi materi kepada Pelajar secara garis besarnya saja, selanjutkan pengajar meminta para pelajar mengambangkannya, biasanya pelajar diminta membuat kelompok agar komunikasi antar pelajar bisa semakin meluas dan melebur jadi satu ide.

Di zaman modern ini pula, Teknologi Komunikasi dan Informasi sangat diperlukan didalam dunia pendidikan, banyak sekolah-sekolah atau tempat pengajaran di kota besar menggunakan Teknologi ini dalam proses pembelajarannya. Para pengajar di kota metropolis maupun eopolis sudah menerapkan metode pembelajaran dengan menggunakan berbagai media Teknologi Komunikasi dan Informasi (TKI).

Dalam pengembangannya, ada beberapa perubahan yang terjadi dalam proses pembelajaran. Terdapat tiga perubahan proses pembelajaran; Pertama, adanya perubahan dari Pelatihan ke Penampilan, maksudnya Penampilan disini adalah gaya belajarnya, yang biasa cenderung “teacher always speak up”, siswa juga diberi kesempatan untuk berbicara tentang pembahasan materi, biasanya pengajar memberikan satu siswa untuk menjelaskan satu bab kepada siswa lain. Kedua, Perubahan dari Ruang Kelas ke Dimana dan Kapan pun. Terakhir, perubahan dari kertas ke media digital, misalkan dalam bentuk presentasi tugas yang menggunakan software PC (Personal Computer) Microsoft Power Point. Semua perubahan ini terjadi akibat adanya kecenderungan pelajar yang ingin lebih maju tanpa adanya istilah ‘GapTek’ (Gagap Teknologi) di lingkungannya.

Teknologi Komunikasi dan Informasi telah mengubah wajah pembelajaran yang berbeda dengan proses pembelajaran tradisional. Hal ini ditandai dengan adanya Interaksi tatap muka antara Pengajar dengan siswa baik di kelas maupun di luar kelas.

Komunikasi antara pengajar dan pelajar juga sangatlah penting, apalagi jika adanya media komunikasinya, media komunikasi ini bisa disebut juga media pendidikan. Media pendidikan bisa menggunakan Telepon,Komputer,Internet,E-mail dsb. Jadi bisa dikatakan interaksi Pengajar dan Pelajar tidak hanya melalui tatap muka.

Seperti disebutkan pada paragraf sebelumnya, Internet termasuk salah satu media pendidikan. Selain fleksibel, Internet juga mudah dipelajari, tak sulit menemukan suatu dinamika dalam pembelajaran yang menggunakan Internet. Di abad 20-21 ini, terdapat suatu fenemona baru, atau bisa dikatakan terobosan baru dunia pendidikan, yaitu adanya ‘Cyber Teaching’; Pembelajaran di dunia maya, sekarang kita lebih mengenalnya dengan istilah ‘e-Learning’. Pada kasus ini, para pengajar lebih berada dalam posisi fasilitator. Dengan adanya e-Learning, siswa dapat belajar sesuai dengan kondisi kemampuan individualnya, jika ada siswa yang cepat menyerap materi melalui metode e-Learning, ada juga yang menyerap atau sekedar memahami materi dengan membutuhkan waktu yang lama. Siswa yang lambat, bisa terbantu dengan adanya e-Learning karena fungsinya yang fleksibel, setiap waktu dia dapat belajar dengan berulang-ulang.

Para teknolog dan pembuat kurikulum juga mengembangkan kurikulum dengan sedemikian rupa dalam bentuk yang lebih fleksibel, sesuai kondisi anak

Namun, diantara keunggulan internet, ada pula kelemahannya didalam pembelajaran. Pertama, pelajar lebih cenderung bergairah dengan internet itu sendiri dibandingkan dengan materi yang dipelajari. Mereka cenderung asik dengan daya tarik teknologi internet yang mungkin jauh lebih menarik dan tidak membosankan, dibandingkan dengan membaca materi yang diberikan oleh pengajar yang agak monoton (kebanyakan para pengajar didunia e-Learning masih belum memaksimalkan fasilitas-fasilitas yang telah disediakan owner untuk mempercantik tampilan webnya). Kedua, pembelajaran menggunakan internet dapat menciptakan masalah sosial dalam proses belajar mengajar. Misalnya, para pelajar jadi lebih tertarik dengan kecanggihan teknologi yang mereka pakai didalam dunia pembelajarannya dibandingkan dengan melalukan kegiatan luar ruangan (outdoor) yang bisa menimbulkan interaksi sosial dalam lingkungannya, baik dengan teman sebaya maupun dengan orang yang lebih tua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar